Jeratan Hukum Pidana Bagi Debt Collector Melanggar Etika Menagih

Hukuman Pidana 2 Jeratan Hukum Pidana Bagi Debt Collector Melanggar Etika Menagih

Mungkin Anda sering mendengar berita di surat kabar atau media elektronik, tentang cerita oknum debt collector menagih hutang dengan ucapan dan tindakan sebagai berikut :

-Mengeluarkan kata-kata yang kurang sopan atau ucapan makian dan sumpah serapah.
-Membentak dan berteriak-teriak, sambil memberitahukan ke tetangga tentang hutang kartu kredit sehingga membuat malu yang berhutang.
-Datang tanpa membawa id karyawan sebagai identitas penagih dan menendang-nendang pintu rumah hingga rusak.
-Menerima perlakuan fisik tidak menyenangkan seperti menampar muka, menyentuh jidat kepala dengan telunjuk, atau dihajar debt collector nyaris buta.
-Debt collector menelpon rumah dan kantor berulang dan terus menerus, pagi siang sore bahkan malam hari.
-Menerima ancaman fisik seperti akan dibunuh.
-Meminta dengan memaksa untuk melunasi hutang kartu kredit dengan dibayar lunas atau dicicil saat itu juga, dan dibayar melalui debt collector itu sendiri.
-Menyita atau mengambil barang-barang yang ada di rumah secara paksa atau dipaksa seperti : handphone, smartphone, laptop, jam tangan, televisi, radio, atau apa saja yang ada nilai ekonimisnya.

Atau cerita lainnya, yang cukup menggambarkan bagaimana oknum debt collector yang tidak bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.

Baca juga artikel :

Etika Debt Collector Kartu Kredit Yang Baik Perlu Anda Ketahui

Menangani Situasi Darurat Dimana Anda Sudah Tidak Sanggup Bayar Kartu Kredit

Jika merujuk pada ketentuan-ketentuan KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana), tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum debt collector seperti cerita diatas, maka Jeratan Hukum Pidana Bagi Debt Collector Melanggar Etika Menagih sebagai berikut :

1. Pasal 310 KUHP 

Apabila debt collector menagih hutang menggunakan kata-kata kasar dan dilakukan debt collector di depan umum, maka jeratan hukum pidana dengan pasal penghinaan yaitu :

“Barangsiapa merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh dia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu, dihukum karena menista, dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4500 ”

2. Pasal 335 ayat (1) KUHP

Jika debt collector melakukan perbuatan tidak menyenangkan maka jeratan hukum pidananya adalah :

“Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp.4500 barangsiapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tidak menyenangkan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tidak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.”

Berlanjut ke halaman selanjutnya ………..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *